Broken Marionette
“
Satu persatu temanku menghilang meninggalkanku . Tuan Teddy yang ramah dan
hangat , Bellina si boneka cantik yang baik hati , bahkan Jack Dalam Kotak yang
penuh kejutan dan selalu menghiburku dengan leluconnya . Tampaknya mereka akan
menuju ke tempat yang lebih baik . Melihat dunia , bertemu orang-orang baru ,
dan mendapatkan banyak kasih sayang . Kapan ya aku bisa seperti mereka ? “ ratapnya
sedih .
Bukan tanpa alasan dia berpikir
pesimis begitu . Sebenarnya , dia bukan benda yang buruk . Dia diciptakan
dengan begitu indah oleh Sang Kakek pemilik toko cenderamata terdahulu , bak
sebuah mahakarya . Ingat betul ia akan keadaannya saat itu .
Kotak tempatnya tinggal terbuat dari
kayu yang harum , dipahat dengan ukiran bergambar peri-peri kecil yang sedang
bernyanyi . Mesinnya dikerjakan dengan amat teliti oleh si Kakek , agar bisa
menghasilkan melodi yang merdu . Dan terakhir , sang Kakek menciptakan dirinya
. Masih dari kayu , hanya saja kali ini membentuk tubuh seorang gadis yang
mengenakan rok tutu , sedang melengkungkan sebelah kakinya , dan satunya lagi
menjadi tumpuannya untuk berdiri , dia sedang menari balet . Sungguh pria tua
itu bekerja keras untuk memulaskan cat pada seluruh tubuhnya , membuatnya
terlihat semakin hidup . Kakek meletakkan dirinya dengan sangat hati-hati
kedalam kotak musik , tepat di bagian tengahnya . Air muka sang Kakek berubah ,
hidungnya yang sedikit tertutup kumis berwarna putih itu tampak mengembang ,
bangga pada hasil karyanya sendiri .
Sang Kakek berkata , ‘ Aku menciptakanmu dengan cinta . Maka
kuharap , kelak kau pun bisa membuat semua orang merasakan cinta . Setiap ada
seseorang yang memutar kunci ini , kotak akan terbuka , lalu kau akan muncul
dan menari , walau hanya berputar-putar di lintasan yang sama , diiringi
lantunan musik indah ini . Damaikanlah hati mereka semua , Marionette… ‘
begitu sang Kakek menamainya .
Marionette yang tersadar dari
lamunannya semakin bersedih , meratapi nasibnya yang terlampau pantas untuk
dikasihani .
“
Kakek , maaf aku belum bisa mewujudkan harapanmu itu sampai detik ini , bahkan
setelah kau pergi meninggalkan dunia ini . Kau tahu Kakek ? Anak cucumu yang
saat ini mengurus toko cenderamatamu tidak mengerjakannya sebaik dirimu .
Mereka mengisi rak-rak ini dengan benda-benda mahal , namun mereka tidak
memperdulikan benda usang sepertiku sampai aku berdebu begini . Hanya tinggal
aku saja yang tersisa , Kek . Mereka semua sudah tidak ada ! Tidak ada yang
mencintai dan menginginkanku disini . Ah, tapi apa harus aku menyalahkan mereka
? Mungkin saja ini memang sudah takdirku , diciptakan bukan untuk dicintai ,
melainkan untuk disisihkan dan dilupakan … “
Dan ingin tahu bagian mana yang
paling menyedihkan ? Saat ada seseorang yang menghampiri tempatku , dan
menyentuhku . Kemudian mereka mulai memutar kunci lalu melihatku menari bersama
musik itu . Setelahnya , kadang mereka tersenyum kecil , ada pula yang raut
wajahnya tak bisa kubaca , bahkan beberapa dari mereka terlihat saling
menepukkan kedua tangannya , menghilangkan debu setelah menyentuhku yang kotor
ini . Ada pula anak-anak perempuan yang merengek pada Ibunya , memohon untuk
membawaku pulang . Tapi si Ibu malah berkata , ‘ Taruh lagi benda jelek itu , Nak . Dia sudah tua dan kotor . Ibu tak
mau membuang-buang uang hanya untuk benda semacam itu . Lebih baik kita mencari
mainan lain saja… ‘ . Pada akhirnya , hal itulah yang membuatku tak kunjung
keluar dari tempat ini .
Tuhan , aku memang tak hidup , tapi
aku memiliki perasaan . Aku ingin menjadi milik seseorang dan dicintai .
Siapapun tak masalah , seorang gadis kecil yang cengeng , nenek tua renta ,
pemabuk , atau gelandangan sekalipun . Itulah impianku selama ini , membuat
mereka tersenyum tulus karena diriku , dengan segala hal yang kupunya . Apakah
itu saja mustahil untukku ? Dengan keadaanku yang sekarang ini , tampaknya iya
.
Namun , aku tak mau mengibarkan
‘bendera putih’ begitu saja . Sampai seluruh tubuhku ini lapuk oleh jamur dan
habis digerogoti rayap , aku takkan pernah berhenti untuk mencoba mengabulkan
harapan Kakek ,yakni menebarkan cinta pada banyak orang .
Aku tak perlu panggung dan lampu
sorot , sebab aku telah mempunyai singgahsana sendiri untukku menari . Aku tak
rakus diperhatikan banyak orang , karena aku sudah mempunyai banyak penonton
disini , yang setia menyaksikan pertunjukanku setiap malamnya , para tikus , nyamuk
, kunang-kunang , mereka teman yang baik . Dan aku tak butuh siapapun untuk
memutar kunci kotak musikku ini , aku bisa melakukannya sendiri , dan takkan
bergantung pada orang lain . Mereka cukup merasa terkejut saja saat aku akan
bersinar nanti , mereka akan bertepuk tangan dengan rasa malu karena pernah
mencampakkan dan menganggapku remeh .
Aku bersyukur dengan apa yang
kupunya saat ini , dan aku akan berjuang bersama mereka semua untuk menjadi
lebih baik . Aku memang tidak cantik , tapi aku punya keyakinan pada diri
sendiri lebih dari siapapun . Percaya pada impian dan harapan itu tidak pernah
salah . Aku telah memilihnya , dan aku akan tetap berada disana . Berdiam diri
, tidak bergerak kemanapun , namun mampu menarik tatapan semua orang kearahku ,
menari dengan mimpiku . ‘
Inilah aku , si Marionette tua yang
tidak mudah dihancurkan…
